Prodi Psikologi Islam IAIN SAS Babel Gelar Webinar Nasional Moderasi Beragama

avatar Tong Hari
Tong Hari
Prodi Psikologi Islam IAIN SAS Babel Gelar Webinar Nasional Moderasi Beragama
Webinar Nasional Moderasi Beragama Tema Psikologi dan Islam: Kontribusi dalam Praksis Moderasi Beragama di Kalangan Milenial

 Narasumber: Ust. H. Zuhri M. Syazali L.c., MA (Anggota DPD RI Perwakilan Babel)
Narasumber: Ust. H. Zuhri M. Syazali L.c., MA (Anggota DPD RI Perwakilan Babel)

 Narasumber: Dr. Budhy Munawar Rachman (Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Filsafat Driyarkara)
Narasumber: Dr. Budhy Munawar Rachman (Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Filsafat Driyarkara)

 Narasumber: Dr. Fuad Nashori, M.Si., M.Ag., Psikolog (Dosen UII Yogyakarta)
Narasumber: Dr. Fuad Nashori, M.Si., M.Ag., Psikolog (Dosen UII Yogyakarta)

IAINSASBABEL.AC.ID - BANGKA. Prodi Psikologi Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung melaksanakan webinar nasional terkait moderasi beragama dengan tema Psikologi dan Islam: Kontribusi dalam Praksis Moderasi Beragama di Kalangan Milenial, Senin (12/4/2021). Adapun peserta yang ikut mendaftar kurang lebih 150 namun pada saat pelaksanan kegiatan hanya di hadiri 116-an peserta. 

Webinar ini menghadirkan narasumber yang ahli dalam bidangnya Perwakilan Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Ust. H. Zuhri M. Syazali L.c., MA. sebagai pembicara pembuka, sedangkan pembicara utama ialah Dr. Fuad Nashori, M.Si., M.Ag., Psikolog salah satu Dosen UII Yogyakarta dan Dr. Budhy Munawar Rachman selaku Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Filsafat Driyarkara dan penggiat isu sosial khusus radikalisme. 

Dalam sambutan Rektor IAIN SAS Babel Dr. Zayadi, M.Ag yang sekaligus membuka acara webinar mengucapkan terimakasih kepada seluruh panitia dan peserta yang terlibat dalam acara ini, "secara realita kita tidak bisa bertemu bertatap muka secara langsung di masa pandemi ini, tapi berkat teknologi kita bisa bertemu bertatap muka secara tak langsung melalui dunia maya, dan semoga suatu saat kita benar-benar bisa saling bertatap muka secara nyata," ujar Dr. Zayadi.

Rektor menyatakan bahwa moderasi Islam adalah salah satu upaya untuk mewujudkan kemaslahatan, agar Islam dapat mewujudkan misi rahmat kepada seluruh alam. Beliau juga mengatakan bahwa hendaknya para mahasiswa IAIN SAS Babel mengedepankan Islam yang lebih inklusif dan penuh toleransi.  Sehingga nantinya mahasiswa IAIN SAS Babel tidak mudah untuk mengklaim bahwa dirinya yang paling benar dan dapat menerima perbedaan pandangan diantara sesama.

Sambutan Ketua Prodi Psikologi Islam (PI) Yandi Hafizzalah, M.A menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara multikultural (majemuk) yang terdiri dari berbagai etnis, bahasa, adat istiadat hingga agama. Kemajemukan tersebut pada satu sisi merupakan kekuatan sosial dan keragaman yang indah apabila antara satu dengan yang lainnya saling bersinergi dan saling bekerjasama untuk membangun bangsa. Namun kemajemukan jika tidak dikelola dan dibina dengan tepat dan baik akan menjadi pemicu sekaligus penyulut konflik kekerasan.

Yandi menjelaskan bahwa lingkup tentang adanya tindakan radikal ibarat  gunung es hal ini dibuktikan dengan berbagai riset yang menjelaskan bahwa milenial sangat rentan dengan adanya tindakan radikal, Ia berharap kegiatan ini akan dilakukan dalam beberapa seri lanjutan berikutnya agar bisa merawat generasi penerus bangsa agar tidak mudah terpapar dengan radikalisme. Dan dalam waktu dekat pula prodi akan melaksanakan webinar internasional yang saat ini masih dirumuskan oleh tim prodi, semoga prodi Psikologi Islam IAIN SAS Babel tetap hadir dalam membahas isu-isu sosial psikologi kedepannya dan tetap berkontribusi pada negeri ini. Begitu pula harapannya, dengan adanya ruang diskusi ini kedepan akan menjadi salah satu fokus prodi dalam sumbangsi Psikologi Islam dalam membaca alasan psikologis seseorang mengapa menjadi radikal dan bagaimana penanganannya, tutup Yandi.

Narasumber yang pertama Ust. H. Zuhri M. Syazali Lc., MA. selaku anggota DPD RI Perwakilan Babel berharap kegiatan ini bisa terus digalakkan agar para milenial di Babel khususnya mendapatkan pencerahan tentang cara pandang beragama yang benar. Mengingat moderasi beragama menjadi bahan diskusi yang menarik karena kehidupan di Indonesia ini beragam, baik dari Suku, Agama, Ras, dan Golongan. Moderasi beragama yang dimaksudkan dalam konteks ini adalah membawa masyarakat dalam pemahaman yang moderat, tidak ekstrim dalam beragama, dan juga tidak mendewakan rasio yang berpikir bebas tanpa batas. Moderasi beragama menjadi penting dan menemukan relevansinya untuk digaungkan sebagai “framing” dalam mengelola kehidupan masyarakat Indonesia yang mutikultural. Kebutuhan terhadap narasi keagamaan yang moderat tidak hanya menjadi kebutuhan personal atau kelembagaan, melainkan secara umum bagi warga dunia, terutama di tengah perkembangan teknologi informasi dalam menghadapi kapitalisme global dan politik percepatan yang disebut dengan era digital, ujar Ust. H. Zuhri.

Beberapa point penting lainnya mengapa webinar moderasi beragama menjadi penting hal ini di karenakan banyak sekali paham-paham yang yang mencari dan memberikan semacam dogmatisasi pada kalangan milenial, Saya menyarankan apabila ada gerakan-gerakan keagamaan yang menjelaskan tentang analisa tagut, ajakan jihad dan upaya membenarkan tentang khilafah maka ini adalah salah satu pintu masuknya radikalisme," kata Dr. Budhy Munawar Rachman.

Sedangkan Dr. Fuad Nashori, M.Si., M.Ag., Psikolog menjelaskan bahwa ada beberapa alasan mengapa menjadi radikal antara lain ialah alasan alasan ekonomi, lingkungan sekitar dan belum adanya kematangan beragama dalam tiap individu remaja. Kita sebagai makhluk sosial harus bisa menyikapi permasalahan-permasalahan yang ada di Indonesia, apalagi di era milenial zaman industri. Sikap dalam moderasi beragama yang bisa ditanamkan adalah sabar, ikhtiar, menghindari kemudaratan serta saling tolong menolong. Peduli terhadap lingkungan itu sangat diperlukan agar kita tidak merasa paling benar. Tanamkan sikap toleran dan moderat pada diri sendiri agar tidak terjebak pada persoalan yang bermunculan terkait persoalan radikal di masyarakat. Moderasi beragama sangat dibutuhkan dalam kehidupan, terutama pada negara dengan kebudayaan dan agama yang beraneka ragam. Hal ini disebabkan, keberadaannya mampu mengawal kehidupan berbangsa dan bernegara.

Acara berlanjut dengan sesi tanya jawab dan diskusi, dengan jumlah peserta yang lumayan banyak membuat tidak semua pertanyaan bisa dijawab satu per satu, karena pertanyaan terus bermunculan di kolom chat Zoom Meeting sedangkan waktu webinar terbatas.

 

(Penulis: Tong Hari/Ayaknan | Editor: Turmuzi)