Program Studi BKPI IAIN SAS Babel Sukses Gelar Pelatihan Konseling Berbasis Krisis dan Bencana

avatar Tong Hari
Tong Hari

108 x dilihat
Program Studi BKPI IAIN SAS Babel Sukses Gelar Pelatihan Konseling Berbasis Krisis dan Bencana
Program Studi BKPI IAIN SAS Babel Sukses Gelar Pelatihan Konseling Berbasis Krisis dan Bencana

IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Institut Agama Islam Negeri(IAIN),Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung kembali menorehkan langkah inspiratif melalui kegiatan Pelatihan Konseling Berbasis Krisis dan Bencana yang berlangsung selama dua hari, pada 25–26 Oktober 2025 lalu di Pantai Pukan.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa/i semester tiga Prodi BKPI dengan tujuan membekali calon konselor masa depan dalam menghadapi situasi darurat dan bencana, baik secara psikologis maupun sosial.

Melalui pelatihan ini, peserta diajak memahami strategi konseling saat terjadi krisis, pendampingan korban bencana, serta simulasi penanganan psikologis pasca bencana.

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi BKPI IAIN SAS Babel Dr. Nikmarijal M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen prodi dalam menyiapkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh dan sigap dalam menghadapi realitas sosial di lapangan.

“Konselor sejati bukan hanya hadir di ruang konseling, tapi juga di tengah masyarakat yang sedang berduka dan membutuhkan dukungan. Melalui pelatihan ini, kami ingin mahasiswa memiliki kepekaan sosial yang tinggi,” ujar Ketua Prodi BKPI dalam sambutannya.

Acara dimulai dengan pengarahan dari panitia pelaksana, yang menekankan pentingnya peran konselor dalam situasi darurat dan bencana. Suasana hangat dan penuh antusiasme terlihat sejak awal kegiatan, terlebih saat dilanjutkan dengan pemilihan ketua angkatan pelatihan sebagai simbol kepemimpinan dan kebersamaan para peserta selama kegiatan berlangsung.

Memasuki sesi inti, peserta mendapatkan materi dari narasumber profesional dari BASARNAS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang menjelaskan pentingnya kesiapsiagaan mental dan keterampilan konseling saat menghadapi bencana. Materi dikemas interaktif dengan contoh nyata di lapangan serta strategi komunikasi efektif dalam menangani korban terdampak.

Usai sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok kecil untuk membahas studi kasus dan merancang langkah-langkah penanganan psikologis pascabencana. Melalui diskusi ini, mahasiswa belajar bekerja sama, berpikir kritis, dan menyusun solusi yang empatik bagi korban krisis.

Menjelang malam, suasana menjadi hening dan reflektif dalam kegiatan renungan malam. Di bawah cahaya api unggun, peserta diajak merenungi nilai kemanusiaan, kepedulian, dan panggilan jiwa seorang konselor. Banyak yang terharu dan merasa semakin yakin bahwa profesi konselor bukan hanya tentang teori, tetapi juga tentang hati dan pengabdian.

Pada hari kedua, kegiatan berlanjut dengan praktik lapangan yang dipandu langsung oleh fasilitator ahli dari BASARNAS Bangka Belitung. Dalam simulasi ini, peserta dilatih menghadapi situasi darurat, mengevakuasi korban, serta memberikan dukungan emosional di tengah tekanan. Semua peserta terlihat antusias dan bersemangat mempraktikkan ilmu yang telah dipelajari.

Setelah sesi praktik, suasana kembali riang dengan kegiatan outbound yang menumbuhkan solidaritas, kepemimpinan, dan kekompakan antar peserta. Tawa, semangat, dan kerja sama mewarnai seluruh rangkaian kegiatan hingga penutupan.

Sebagai penutup, panitia memberikan apresiasi kepada peserta terbaik dalam beberapa kategori, seperti peserta paling aktif, peserta paling inspiratif, dan kelompok terbaik. Penyerahan apresiasi ini menjadi simbol keberhasilan dan dedikasi para peserta selama mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.

Selain penyampaian materi oleh narasumber ahli, pelatihan ini juga dikemas dengan berbagai simulasi lapangan, diskusi kelompok, dan refleksi nilai-nilai kemanusiaan. Nuansa alam Pantai Pukan 2 yang tenang menambah kekhidmatan sekaligus semangat kebersamaan para peserta dalam menjalani setiap sesi pelatihan.

Salah satu peserta yaitu Tia Kartika mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga.

“Kami belajar bagaimana menenangkan korban bencana, mengelola emosi, dan menjadi pendengar aktif di situasi genting. Ini pengalaman yang luar biasa,” ungkapnya penuh semangat.

Melalui pelatihan ini, Prodi BKPI IAIN SAS Babel berharap lahir generasi konselor tangguh, empatik, dan berjiwa kemanusiaan tinggi, yang siap menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan psikososial bagi masyarakat yang terdampak krisis dan bencana serta berkomitmen untuk mencapai visi kampus yang unggul, religius, dan profesional.(*)