Rektor IAIN SAS Babel Dampingi Menteri Agama dalam Peresmian SETIAKIN

avatar Tong Hari
Tong Hari

59 x dilihat
Rektor IAIN SAS Babel Dampingi Menteri Agama dalam Peresmian SETIAKIN
Rektor IAIN SAS Babel Dampingi Menteri Agama dalam Peresmian SETIAKIN Babel

IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Rektor IAIN SAS Bangka Belitung, Dr. Irawan, M.S.I hadir mendampingi Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, dalam peresmian meresmikan Sekolah Tinggi Agama Khonghucu Indonesia Negeri (SETIAKIN) di Kawasan Tanjung Bunga, pada Selasa (18/11/2025).

Dalam peresmian tersebut juga dihadiri Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu, Dr. Nurudin, Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani, Rektor IAIN SAS Babel Dr. Irawan,M.S.I, Ketua SETIAKIN Dr. Tinggal Purwanto, M.S.I,Kepala Biro AUAK H.Yayat Supriyadi,M.Si,  hingga Plt. Kanwil Kemenag Provinsi Bangka Belitung Pril Marori.

Dengan diresmikan SETIAKIN, Prof. Dr. Nasaruddin Umar berharap adanya tempat pendidikan yang layak dan menjadi persatuan dalam menciptakan keharmonisan.

"Jadi tidak perlu dicurigai dan dikuatirkan, karena selama orang itu mendeklarasikan sebagai warga negara Indonesia maka dia harus tunduk kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945," katanya.

"Kita harap juga akan lahir sekolah Khonghucu di tempat yang akan ikut membantu menciptakan kesadaran moral dan spiritual kepada segenap warga Indonesia. Ini penting agar tercipta kedamaian, keakraban, kerukunan dan keindahan," ujar Menag.

Melalui Setiakin, pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat untuk dapat menjaga tingginya tingkat toleransi khususnya yang ada di Negeri Serumpun Sebalai.

"Ke depan, kita akan menikmati perbedaan dalam satu majelis. Indahnya keanekaragaman suku, tapi dibingkai dalam NKRI. Ini lukisan Tuhan yang tidak ada yang boleh, mengacak-acak dan harus kita rawat," ucapnya.

Rektor IAIN SAS Babel Dr. Irawan, M.S.I menyambut baik peresmian SETIAKIN dan siap bersinergi. Peresmian SETIAKIN memberikan harapan baru bagi pengembangan pendidikan agama khonghucu.

Lembaga ini diharapkan menjadi pusat pengkajian, pembelajaran, dan pengembangan ajaran Konghucu yang dilandasi nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.(*)