Rektor IAIN SAS Babel Ikut Kuliah Umum Moderasi Beragama dan Pertemuan Forum Lintas Agama dan Peradaban

avatar Tong Hari
Tong Hari

196 x dilihat
Rektor IAIN SAS Babel Ikut Kuliah Umum Moderasi Beragama dan Pertemuan Forum Lintas Agama dan Peradaban
Rektor IAIN SAS Babel Ikut Kuliah Umum Moderasi Beragama dan Pertemuan Forum Lintas Agama dan Peradaban


IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA.Rektor IAIN SAS Bangka Belitung Dr.Irawan,M.S.I mengikuti Forum Interfaith and Intercivilizational Reception yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Kegiatan ini menghadirkan Grand Syekh Al-Azhar Prof. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Al-Tayeb, acara berlangsung di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Jakarta Barat, pada Rabu (10/7/2024).

Hadir langsung dalam kegiatan ini Grand Syaikh Al Azhar Ahmad Al Tayeb, Rais’ Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf, Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas, para pemimpin agama-agama: Katholik, Protestan, Hindhu, Budha dan Kong Hu Cu, bersama perwakilan jemaat mereka masing-masing, serta hampir 300 Rektor dari berbagai perguruan tinggi dan lebih 1000 orang kader dari Muslimat NU, Ansor NU, Fatayat NU, para pelajar putra dan putri NU serta murid-murid Al Azhar.

Rektor IAIN SAS Dr. Irawan secara khusus mengapresiasi Grand Syekh Al-Azhar dalam upayanya mendukung perdamaian internasional, membangun persaudaraan dunia dan menjunjung tinggi konsep toleransi dan moderasi beragama yang diusung pemerintah Indonesia dengan berbagai kebijakannya.

Forum Interfaith and Intercivilizational Reception ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi dan langkah-langkah konkret untuk memperkuat moderasi beragama dan membangun peradaban yang damai di Indonesia dan di dunia. Sehingga forum-forum seperti ini perlu dilanjutkan sampai ke tatanan perguruan tinggi, terutama perguruan tinggi keagamaan.

Sehari sebelumnya, Irawan juga hadir pada kegiatan orasi ilmiah atau kuliah umum yang disampaikan oleh Grand Syekh AL-Azhar di Auditorium Harun Nasution UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Selasa (9/7/2024).

Grand Syekh menyampaikan, umat harus diingatkan agar terhindar dari orientasi baru yang menolak ajaran empat mazhab.

Orientasi ini membuat fiqih baru yang mana mudah menyalahkan dan bahkan mengkafirkan yang tidak sependapat dengan mereka.

Rektor Irawan sependapat dengan Grand Syekh, bahwa para imam mazhab telah memberikan fatwa dan mengajarkan untuk menghargai perbedaan serta mengutamakan nilai-niali kemanusiaan. Nilai-nilai Azhari sangat relevan dengan toleransi beragama di Indonesia. (*)

Penulis : Ayaknan