Rektor IAIN SAS Bangka Belitung Hadiri Rakernas Pendidikan Islam 2025

avatar Tong Hari
Tong Hari

157 x dilihat
Rektor IAIN SAS Bangka Belitung Hadiri Rakernas Pendidikan Islam 2025
Rektor IAIN SAS Bangka Belitung Dr. Irawan,M.S.I menghadiri Rapat Kerja Nasional

IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA.  Rektor IAIN SAS Bangka Belitung Dr. Irawan,M.S.I menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Tahun 2025 yang berlangsung selama tiga hari, Selasa-Kamis, 21-23 Januari 2025 di Hotel Mercure Convention Centre Ancol Jakarta Utara.    

Rakernas dihadiri oleh Menteri Agama RI, Sekjen, Dirjen Pendis, Para Pejabat Eselon II, Para Rektor dan para pemangku kebijakan di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, baik secara luring maupun daring.

Rakernas dengan tema Execution Matters! Beres Ya (Bersih, Responsif, dan Melayani) ini menjadi momen penting bagi para peserta untuk menyamakan visi dan langkah dalam meningkatkan layanan keagamaan di Indonesia.

Menteri Agama, Prof. Dr. Nasarudin Umar, M.A membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pendidikan Islam 2025. Dalam arahannya, Menag menegaskan pentingnya pendidikan sebagai kunci membangun generasi unggul yang tidak hanya berintelektual tinggi, tetapi juga berkarakter kuat dan peduli terhadap masa depan.

Menag mengungkapkan tiga visi utama yang menjadi fokus pendidikan Islam di masa akan datang, yakni isu lingkungan, toleransi, dan nasionalisme.

Selanjutnya Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Abu Rokhmad juga memaparkan visi besar pendidikan Islam yaitu Maju dan Hebat. Maju artinya adalah melayani, Amanah dan Unggul. Hebat mencerminkan Helpful, Excellent, Brave dan Active/ Authentic dan Think. "Visi ini menjadi dasar kita untuk terus melangkah dan berkarya demi kemajuan pendidikan Islam di tanah air," tegasnya.

Di sela-sela kegiatan, Rektor IAIN SAS Babel Dr.Irawan, M.S.I mendukung penuh amanat yang disampaikan Menag tersebut. Rakernas pendidikan Islam 2025 ini diharapkan menjadi tonggak penting untuk memperkuat komitmen dalam membangun pendidikan Islam yang bersih, responsif, dan berdampak positif pada kelembagaan PTKIN.(*)