RMB Bekali Mahasiswa Baru IAIN SAS Babel dengan Nilai-nilai Moderasi Beragama

avatar Tong Hari
Tong Hari

363 x dilihat
RMB Bekali Mahasiswa Baru IAIN SAS Babel dengan Nilai-nilai Moderasi Beragama


IAINSASBABEL.AC.ID - BANGKA. Kementerian Agama Republik Indonesia gencar mensosialisasikan moderasi beragama sebagai langkah untuk saling menghargai perbedaaan keyakinan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hari kedua kegiatan Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK), Selasa (30/8/2022), mahasiswa baru IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung mendapat pembekalan tentang penguatan nilai-nilai moderasi beragama. Materi ini menjadi salah satu materi penting dalam kegiatan PBAK pada tahun ini. Sesuai dengan tema yaitu “Memperkuat Budaya Akademik berbasis Moderasi Beragama”.

Materi tentang penguatan nilai-nilai moderasi beragama disampaikan oleh tim dari Rumah Moderasi Beragama (RMB) IAIN SAS Bangka Belitung yaitu Reno Ismanto, Lc., MIRKH dan Rahmat Danni M.Pd. Sesi ini dimoderatori langsung oleh Ketua Rumah Moderasi Beragama IAIN SAS Babel Dr. Noblana Adib, M.Pd.

Dalam penyampaianya tentang Konsep dan Peta Jalan Moderasi Bergama, Reno Ismanto, Lc., MIRKH menyampaikan bahwa penguatan nilai-nilai moderasi Beragama merupakan sebuah keniscayaan bagi masyarakat Indonesia saat ini. Moderasi beragama harus menjadi gerakan dan narasi besar untuk merekat dan merawat persatuan serta keharmonisan masyarakat Indonesia yang majemuk.

Sementara itu Rahmat Danni, M.Pd menyampaikan materi tentang Wawasan Kebangsaan. Wawasan kebangsaan sangat penting untuk ditanamkan pada diri semua warga negara Indonesia, khususnya mahasiswa baru yang akan meneruskan estafet kepemimpinan bangsa. Mahasiswa sebagai warga terdidik diharapkan dapat melihat keberagaman, termasuk agama dan keyakinan, sebagai keistimewaan yang harus dijaga Bersama.

Dengan materi penguatan nilai-nilai moderasi Beragama diharapkan mahasiswa baru nantinya dapat menjadi agen-agen moderasi beragama. Yang menunjukkan bahwa semangat beragama yang benar tidak akan bertentangan dengan komitmen kebangsaan dan kecintaan kepada tanah air.

 

 

(Penulis: Tong Hari/Ayaknan | Editor: H. Ika Robiantari)