IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (IAIN SAS Babel) kembali menggelar Serial Diskusi Ilmiah dan Gagasan (Sedulang) Seri III di Gedung Terpadu Lantai III, Kamis (15/5/2025).
Forum Diskusi Dosen tersebut menghadirkan 2 (dua) narasumber, yaitu M. Ikhsan Ghozali, M.Si. yang menyampaikan topik "Instrumen Penelitian: 5W+1H" dan Dinar Pratama, M.Pd. menyampaikan topik "Misunderstanding Penyusunan Instrumen Penelitian" .
M. Ikhsan Ghozali, M.Si. menyampaikan bahwa dalam dunia penelitian, keberadaan instrumen penelitian memegang peranan yang sangat penting sebagai alat pengumpulan data. Tanpa instrumen yang valid dan reliabel, data yang diperoleh dapat bersifat bias, tidak akurat, atau bahkan menyesatkan.
Ia juga menegaskan bahwa instrumen penelitian merupakan komponen krusial dalam proses penelitian ilmiah yang berfungsi untuk mengumpulkan data secara valid dan reliabel. Pemilihan dan pengembangan instrumen yang tepat dapat meningkatkan kualitas penelitian serta mendukung pengambilan keputusan yang berbasis bukti.
Oleh karena itu, peneliti perlu memahami dan menerapkan prinsip-prinsip validitas dan reliabilitas dalam menyusun instrumen penelitian agar hasil yang diperoleh dapat dipercaya dan memiliki kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
Selanjutnya, Dinar Pratama "Dalam penyusunan instrumen penelitian, terutama untuk pendekatan kuantitatif perlu dipahami bahwa hasil pengujian reliabilitas instrumen bukan didasarkan pada hasil pengujian ujicoba saja.
Akan tetapi, reliabilitas instrumen yang dilaporkan adalah hasil uji pada data sampel penelitian. Sehingga akan dapat dibandingkan apakah koefisien reliabilitas saat uji coba dan reliabilitas pada data sampel tidak berbeda signifikan. Jika masih relatif sama, maka konsistensi instrumen setidaknya sudah terpenuhi.
Selain itu, Dinar Hal lain yang perlu diperhatikan adalah batas ambang minimal koefisien reliabilitas. Berdasarkan literatur, batas minimal koefisien reliabilitas paling tidak di 0.75. Jika koefisien di bawah 0.75, peneliti perlu meninjau kembali setiap item atau menambah jumlah sampel untuk dilakukan pengujian kembali.
Sesi terakhir adalah sesi tanya jawab yang dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para peserta. Pemaparan presentasi mendapatkan pertanyaan menarik dari peserta, sehingga diskusi berjalan penuh antusias karena banyak pertanyaan, masukan, dan saran.(*)