Segenap Civitas Akademika IAIN SAS Babel Gelar Upacara HUT RI Ke-80 Tahun 2025

avatar Tong Hari
Tong Hari

54 x dilihat
Segenap Civitas Akademika IAIN SAS Babel Gelar Upacara HUT RI Ke-80 Tahun 2025
Segenap Civitas Akademika IAIN SAS Babel Gelar Upacara HUT RI Ke-80 Tahun 2025

IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA . Segenap Civitas Akademika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung menggelar upacara pengibaran bendera merah putih dan detik-detik proklamasi dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-80 tahun 2025 di halaman Gedung Pascasarjana IAIN SAS Babel, Minggu(17/8/2025) pagi.

“Tema besar yang diusung dalam memperingati Hari Kemerdekaan RI Ke-80 tahun ini adalah “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” berjalan khidmat dan lancar.

Upacara dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan, tenaga pendidik dan kependidikan, pengurus Dharma Wanita Persatuan, mahasiswa/i dan organisasi kemahasiswaan di IAIN SAS Babel.

Bertindak sebagai inspektur upacara Rektor IAIN SAS Babel Dr. Irawan, M.S.I. Dalam amanatnya, Rektor mengatakan bahwa peringatan HUT RI merupakan momentum untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan.

Karena kemerdekaan dinilai sebagai amanah yang harus dijaga dan dirawat demi kemajuan bangsa. “Untuk itulah, setiap kita hadir dengan penghormatan dan komitmen melanjutkan pembangunan,” katanya.

Kita selaku pegawai Aparatur Sipil Negara dan juga mahasiswa sangat menghormati Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita bersyukur negara kita, Indonesia, sudah merdeka. Sekarang kita terus mengisi kemerdekaan ini dengan pendidikan tinggi yang lebih maju lagi. Kita perlu mengisi kemerdekaan ini dengan memerangi kebodohan, kemiskinan, dan kemalasan.

Selanjutnya, IAIN SAS Babel perlu mengimplementasikan arahan menteri Agama RI, Prof. KH. Nasarudin Umar, M.A, yaitu eko-teologi dan kurikulum cinta. Pertama, dalam konteks eko-teologi, seluruh civitas akademika perlu menjaga dan melestarikan lingkungan. Korban akibat kerusakan lingkungan bahkan lebih besar daripada korban akibat perang. Walaupun akibat kedua-duanya sama-sama tidak baik. 

Kedua, dalam konteks kurikulum cinta, seluruh civitas akademika hendaknya menghargai setiap perbedaan SARA (suku, agama, ras, agama, dan antar golongan), bekerja dengan hati, melayani dengan hati, anti kekerasan, anti narkoba, dan saling menghargai sesama manusia.

Mari kita sambut kemerdekaan ini dengan bersama-sama memajukan pendidikan tinggi dan menyiapkan generasi yang berilmu untuk Indonesia Emas 2045. Merdeka.(*)