IAINSASBABEL.AC.ID - BANGKA TENGAH. Mahasiswa IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung yang sedang menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Keretak Atas menginisiasi program Desa Tangguh Bencana. Program tersebut diterapkan di masyarakat mendapatkan pemahaman tentang mitigasi bencana. Siswa-siswi SMP 6 Sungai Selan mengikuti sosialisasi penanggulangan bencana alam. Peserta yang mengikuti sosialisasi berjumlah 50 orang, yang merupakan anggota Pramuka, OSIS, dan PMR. Tambahan 5 mahasiswi peserta Program Kampus Mengajar oleh menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Perwakilan Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, UNSRI, dan PGRI Palembang.
Iqrom Faldiansyah, M.A, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mengatakan bahwa, apa yang dilakukan oleh mahasiswa KKN merupakan sesuatu yang baik. “Koordinasi dan kerja sama seperti inilah hendaknya yang selalu diutamakan oleh mahasiswa selama melaksanakan KKN,” Ia berharap, melalui edukasi ini siswa dapat memahami mitigasi bencana. Serta, memberikan respons evakuasi yang tepat ketika bencana terjadi.
Solihin, sebagai ketua pelaksana sosialisasi bersama anggota KKN kelompok 19 Desa Keretak Atas, bekerja sama dengan BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sosialiasi dilaksanakan selama dua hari berturut-turut. Hari pertama pemberian materi dasar dan contoh. Acara terus berlanjut memasuki hari kedua. Hari kedua ini dilakukanlah simulasi bencana gempa dalam ruang kelas. Acara dilaksanakan oleh mahasiswa KKN IAIN SAS Bangka Belitung tahun 2021 sebagai bentuk program kerja. Kami berharap masyarakat dapat tahu dan paham saat menghadapi bencana alam nantinya. Selain itu, melalui kegiatan sosialisasi semoga kepada Siswa-Siswi sadar perlunya menjaga lingkungan dan waspada terhadap bencana, ”ujar Solihin.
Kepala Sekolah SMP 6 Sungai Selan Zarnubi, S.Pd Sambutannya Pentingnya mengadakan sosialisasi terhadap bencana agar dapat mengetahui bagaimana menghindar atau menyelamatkan diri ketika sedang terjadi bencana. Zarnubi mengatakan, program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Terutama, memberikan pengetahuan sejak dini kepada anak-anak."Jika bencana datang, maka masyarakat tidak mudah panik dan bingung.
Selain itu, cara-cara pencegahan dan penanggulangan bencana juga didapat melalui sosialisasi ini, “Sosialiasi dilaksanakan bukan hanya di kabupaten Bangka Tengah, namun juga di Kabupaten Bangka, Bangka Selatan serta kabupaten lain. Mengingat pentingnya pencegahan untuk mengantisipasi segala bentuk bencana yang menimbulkan kerugian,” tutur Zarnubi.
Oktariyansyah, pengelola data BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung “Teknis lapangan adalah pemberian edukasi kepada masyarakat sekitar tentang pengetahuan dasar penyelamatan diri dan korban. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang kebencanaan, disamping dari tindak lanjut dari sikap partisipasi masyarakat dalam penanganan kebencanaan di wilayah terkait. Selain itu kesadaran akan kebencanaan bisa dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga sebagai garda depan penanggulangan bencana secara mandiri dan kolektif.” tambah Oktariyansyah.
Feri Herlambang, komandan regu I BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengungkapkan setelah kegiatan sosialiasi dilaksanakan, harapannya lapisan masyarakat mengetahui dasar-dasar edukasi penyelamatan diri saat terjadi bencana. Manajeman serta teknik-teknik dasar penyelamatan korban bencana alam baik di darat maupun di air.
Meski di Bangka Belitung jarang terjadi bencana alam seperti gempa bumi, tsunami dan bencana alam yang dapat merugikan masyarakat, tidak ada salahnya mempelajari materi dasar serta pemahaman tentang pengevakuasian dan penyelamatan. Sebagai cara pencegahan dini, mengantisipasi terjadinya bencana, serta waspada terhadap segala jenis fenomena alam yang merugikan. Semoga masyarakat tangguh dan siap siaga terhadap ancaman bencana, tutup Feri Herlambang.
(Penulis: Tong Hari/Ayaknan | Editor: H. Ika Robiantari)