Dosen FSEI IAIN SAS Babel Jadi Narasumber Pengabdian Masyarakat Nasional

avatar Tong Hari
Tong Hari

46 x dilihat
Dosen FSEI IAIN SAS Babel Jadi Narasumber  Pengabdian Masyarakat Nasional
Dosen FSEI IAIN SAS Babel Jadi Narasumber Pengabdian Masyarakat Nasional

IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Asosiasi Dosen Akuntansi Indonesia (ADAI) sukses menyelenggarakan Pengabdian kepada Masyarakat Nasional (PkM) ke-XIV di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, pada 24-29 September 2025 lalu.

Kegiatan yang mengusung tema "Pentingnya Memupuk Kesadaran Pengembangan Desa Wisata Menjadi Bagian dari Produk Unggulan Desa sebagai Wadah Pengelolaan Usaha Bersama dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)" ini dihadiri oleh Bupati Madina H. Saipullah Nasution, wakil Bupati, Kepala Dinas Pariwisata Madina, Direktur Poltekpar Medan, Ketua ADAI, perangkat desa, pelaku UMKM, pemuda, dan kelompok masyarakat setempat.

Program PkM ini dirancang untuk memberikan pendampingan strategis dalam mengidentifikasi dan mengoptimalkan potensi lokal, dengan fokus pada pembentukan desa wisata yang resilien dan berkelanjutan. Melalui serangkaian workshop dan focus group discussion (FGD), para peserta dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan usaha berbasis komunitas.

Dr. Rahmat Darmawan, M.Hum., Wakil Direktur Politeknik Pariwisata Medan, sebagai narasumber pertama, menekankan pentingnya langkah awal dalam pengembangan desa wisata. Identifikasi potensi produk unggulan desa harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya keindahan alam, tetapi juga budaya, kuliner, dan kearifan lokal yang dapat menjadi daya tarik utama, paparnya.

Pembangunan yang berkelanjutan dan tahan terhadap gangguan (resilien) menjadi fokus materi yang disampaikan Dr. Emrizal, S.Sos., M.T., Direktur Pascasarjana Politeknik Pariwisata Medan. Strategi mewujudkan desa wisata yang resilien membutuhkan perencanaan tata kelola yang baik, pelibatan penuh masyarakat, dan adaptasi terhadap perubahan, termasuk tren pariwisata global, jelasnya.

Aspek kelembagaan dan pengelolaan keuangan menjadi sorotan Dr. Rahmat Ilyas, M.S.I., Wakil Dekan I FSEI IAIN SAS Babel. Beliau menyampaikan peran strategis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). BUMDes harus menjadi motor penggerak ekonomi desa. Sebagai usaha bersama, pengelolaannya harus transparan dan akuntabel agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat, tegasnya.

Mengintegrasikan seluruh konsep tersebut, Dr. Hendra Cipta, M.S.I., menawarkan pendekatan terpadu. "Optimalisasi potensi desa dapat dicapai melalui sinergi Asset-Based Community Development (ABCD), yang memfokuskan pada pemberdayaan aset yang dimiliki, kemudian dikelola secara profesional melalui BUMDes, dan dipasarkan dengan konsep wisata halal yang memiliki pasar sangat potensial," ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial, tetapi dapat memantik aksi nyata. Dengan pemahaman yang komprehensif, mulai dari identifikasi potensi, strategi keberlanjutan, kelembagaan BUMDes, hingga integrasi dengan konsep wisata halal, masyarakat Mandailing Natal diharapkan mampu mengelola desa wisatanya sendiri secara mandiri, berkelanjutan, dan berkontribusi langsung terhadap pencapaian SDGs di tingkat lokal.(*)