Mahasiswa IAIN SAS Babel Kunjungi KKN-PPM UGM Bangka Bandhawa di Desa Batu Beriga: Perkuat Sinergi Pertanian dan Perikanan untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan

avatar Tong Hari
Tong Hari

38 x dilihat
Mahasiswa IAIN SAS Babel Kunjungi KKN-PPM UGM Bangka Bandhawa di Desa Batu Beriga: Perkuat Sinergi Pertanian dan Perikanan untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan
Mahasiswa IAIN SAS Babel Kunjungi KKN-PPM UGM Bangka Bandhawa di Desa Batu Beriga


IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA.  Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke lokasi kegiatan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Bangka Bandhawa.

Kunjungan ini berlokasi di Desa Batu Beriga, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, yang juga menjadi lokasi KKN (Kuliah Kerja Nyata) mahasiswa IAIN SAS Babel. Pada rabu 24 juli 2025.

Sebanyak 16 orang mahasiswa IAIN kelompok 29, berinisiatif melalukan kunjungan kerja, ini bertujuan untuk mempelajari lebih dalam program-program inovatif yang dijalankan oleh mahasiswa KKN-PPM UGM Bangka Bandhawa, khususnya dalam mengintegrasikan potensi pertanian dan perikanan di wilayah pesisir Desa Batu Beriga, dengan karakteristiknya yang kaya akan potensi darat dan laut, menjadi lokasi strategis untuk studi kasus kolaborasi ini.

Rozali, ketua KKN kelompok 29 " Sinergi antara dua sektor ini sangat krusial untuk menciptakan sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan, terutama di daerah pesisir seperti ini.  Harapan saya untuk anak KKN IAIN yang mengikuti sosialisasi dari anak KKN UGM adalah bisa mengambil ilmu yang telah Mereka jelaskan dan dapat menjelaskan ulang atau pun menerapkan kepada masyarakat di mana meraka tinggal. " Ujar Rozali

Anisa Putri Utami, mewakili dari KKN UGM mengungkapkan “ Melalui program ini, kami mendorong peningkatan penjualan UMKM hingga kancah nasional bahkan internasional, utamanya dengan metode pengemasan vacuum dan sterilisasi yang memungkinkan produk tahan hingga satu tahun pada suhu ruang. Harapannya, dukungan pemerintah dalam penyediaan alat dan sosialisasi dapat memberdayakan UMKM dengan metode baru ini.

 " Juga kolaborasi lintas kampus ini diharapkan dapat membawa dampak positif yang lebih luas. Mahasiswa IAIN SAS Babel dapat mengintegrasikan pengetahuan teknis dari UGM dengan pendekatan sosial-keagamaan yang mereka miliki, sehingga dapat menciptakan program pemberdayaan yang lebih holistik dan berkelanjutan. Sebaliknya, perspektif dari IAIN SAS Babel juga dapat memperkaya dimensi sosial dan budaya dalam program ketahanan pangan UGM . “ Ujar Putri

Mahasiswa IAIN SAS Babel dapat belajar langsung tentang program-program yang dijalankan KKN-PPM UGM terkait ketahanan pangan, mulai dari teknik budidaya, pengolahan makanan kemasan, hingga strategi pemasaran produk lokal.

Diskusi aktif juga terjadi antara kedua belah pihak, saling bertukar ide mengenai tantangan dan peluang dalam mewujudkan kemandirian pangan di tingkat desa.

Kunjungan ini menunjukkan komitmen IAIN SAS Babel dan UGM untuk membantu pembangunan daerah. Diharapkan kolaborasi antara perguruan tinggi ini dapat berlanjut dan menjadi contoh bagi kampus-kampus lain untuk bersatu untuk memecahkan masalah penting masyarakat untuk Bangka Belitung yang lebih makmur dan mandiri, terutama di daerah desa Batu Beriga.(*)