Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel Ajarkan Bahasa Asing dan Eksperimen Sains kepada Anak-anak di Kelurahan Sungaiselan

avatar Tong Hari
Tong Hari

35 x dilihat
Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel Ajarkan Bahasa Asing dan Eksperimen Sains kepada Anak-anak di Kelurahan Sungaiselan
Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel Ajarkan Bahasa Asing dan Eksperimen Sains kepada Anak-anak di Kelurahan Sungaiselan

IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung sedang melaksanakan program kerja inovatif di Kelurahan Sungaiselan, yang mengintegrasikan pengajaran bahasa Inggris dengan eksperimen sains sederhana. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 11/8/2025.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Perpustakaan Bermuara dan diikuti oleh anak-anak setempat, di antaranya Khayla, Laura, dan peserta lainnya.

Zahwa Almaliku Nilamsari menjelaskan, metode yang digunakan memadukan pendekatan Content and Language Integrated Learning (CLIL), di mana bahasa Inggris digunakan sebagai media untuk mempelajari materi non-bahasa, dalam hal ini sains.

Eksperimen yang dipilih adalah demonstrasi pembentukan gas karbon dioksida (CO₂) melalui reaksi antara cuka dan baking soda. Gas yang dihasilkan digunakan untuk mengisi balon secara alami, memberikan efek visual yang memudahkan pemahaman konsep.

Tahapan kegiatan dimulai dengan pengenalan kosakata kunci terkait eksperimen, seperti vinegar (cuka), baking soda (soda kue), balloon (balon), bottle (botol), pour (menuang), mix (mencampur), dan inflate (mengembangkan). Pengucapan setiap kosakata diulang bersama peserta hingga mereka familiar.

Proses eksperimen dilaksanakan dalam bahasa Inggris dengan instruksi bertahap, misalnya: First, pour vinegar into the bottle. Next, put baking soda into the balloon. Then, attach the balloon to the bottle and let the baking soda fall into the vinegar.Ujarnya

Gas karbon dioksida yang dihasilkan masuk ke dalam balon, sehingga balon terisi udara tanpa bantuan pompa atau tiupan. Momen ini menjadi stimulus visual yang efektif untuk menjaga atensi peserta sekaligus memberikan pemahaman konkret tentang konsep reaksi kimia secara sederhana.

Pada akhir kegiatan, setiap peserta diminta mempresentasikan hasil eksperimennya dengan menggunakan kalimat sederhana dalam bahasa Inggris, seperti “The balloon is inflating because of carbon dioxide.” Kegiatan ini melatih keterampilan berbicara (speaking), kepercayaan diri, dan kemampuan menjelaskan konsep ilmiah dalam bahasa asing.

Zahwa menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar anak-anak belajar dengan cara yang menyenangkan dan aplikatif. “Saya ingin anak-anak merasa bahwa belajar bahasa Inggris itu tidak harus selalu duduk di kelas dan menghafal. Dengan sains, mereka bisa melihat langsung hasilnya, mencoba sendiri, dan sekaligus mempraktikkan bahasa Inggris tanpa merasa terbebani,” ujarnya.

Program ini mendapatkan apresiasi dari pengelola perpustakaan dan warga karena mampu menggabungkan pembelajaran bahasa dan sains secara interaktif. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi model kegiatan literasi sains dan bahasa Inggris di tingkat pendidikan dasar. (*)