IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung kelompok 13 melaksanakan kunjungan ke Pabrik Keretek Getas Kericu 168 yang berlokasi di RT 4, Dusun Kebintik Permai, Desa Kebintik, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bertema “Pengembangan UMKM di Era Digitalisasi”. Senin, 28 Juli 2025
Para mahasiswa mendengar cerita perjalanan usaha tahu ini Pabrik yang dimiliki oleh Ferry ini mulai beroperasi sejak tahun 2018, setelah melalui proses perizinan selama dua tahun sejak 2016.
Menjadi satu-satunya pabrik getas yang memiliki cerobong asap setinggi 17 meter, usaha ini mendapat perhatian dan apresiasi dari Dinas Pangan dan Industri. Selain itu, pabrik ini juga telah mengantongi sertifikat halal dan rutin menjalani inspeksi bulanan dari Dinas Kesehatan sebagai bentuk komitmen terhadap mutu dan standar kebersihan.Ujarnya
Ia mengatakan Bahan utama getas ini menggunakan tiga jenis ikan berkualitas, yakni ikan parang-parang, dencis, dan tenggiri. Uniknya, pabrik ini menerapkan sistem klasifikasi kualitas produk, dengan mempertimbangkan jenis penangkapan ikan seperti dipancing atau dijaring yang memengaruhi rasa dan tekstur akhir.
Pabrik ini mempekerjakan sekitar 20 orang karyawan dan telah menggunakan mesin pengemasan canggih yang diimpor langsung dari Tiongkok dengan nilai investasi hampir Rp1 miliar. Bahkan, beberapa mesin produksi seperti pemanggang, pengadon, dan pemasakan merupakan hasil rancangan dan rakitan sendiri oleh sang pemilik.
Pemasaran produk Kericu 168 tak hanya menyasar pasar lokal, tetapi juga telah menembus pasar nasional dan internasional, termasuk pengiriman ke Bali dan Amerika Serikat. Dengan sistem manajemen produksi yang terstruktur dan pabrik yang sangat higienis, pabrik ini telah menjadi contoh nyata UMKM lokal yang berhasil menjaga konsistensi kualitas dan memperluas jangkauan distribusi.
Al qory, mahasiswa KKN IAIN SAS Babel kunjungan mahasiswa KKN IAIN SAS Babel ini bertujuan untuk memahami proses produksi dan sistem manajemen UMKM unggulan serta menjalin sinergi dalam pengembangan digitalisasi usaha, agar mampu bersaing secara lebih luas dan berkelanjutan.
Melalui program kerja bertema Pengembangan UMKM di Era Digitalisasi, Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel kelompok 13 berharap dapat memberi kontribusi positif, khususnya dalam memperkenalkan potensi digitalisasi usaha sebagai jalan menuju penguatan daya saing UMKM lokal agar tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh secara berkelanjutan dan adaptif terhadap perkembangan zaman.(*)