Mahasiswa Kopassas IAIN SAS Babel Bersama BRUIN lakukan Sensus Sampah Plastik di Pantai Koala Air Anyir

avatar Tong Hari
Tong Hari

363 x dilihat
Mahasiswa Kopassas IAIN SAS Babel Bersama BRUIN lakukan Sensus Sampah Plastik di Pantai Koala Air Anyir
Mahasiswa Kopassas IAIN SAS Babel Bersama BRUIN lakukan Sensus Sampah Plastik di Pantai Koala Air Anyir



IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Komunitas Pencinta Alam-Sosial Syaikh Abdurrahman Siddik ( KOPASSAS) Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (IAIN SAS Babel) bekerjasama dengan Badan Riset Urusan Sungai Nusantara (BRUIN) berupaya mengajak masyarakat untuk lebih peduli, terhadap dampak sampah bagi ekosistem laut dan melakukan Sensus Sampah Plastik di Pantai Koala Air Anyir, Kec. Merawang, Kabupaten Bangka, Sabtu (27/4/2024). 

Kegiatan dengan tema “Clean Up Sampah Plastik: Jage Bumi,Hutan dan Laut Bangka Belitung” mendapati adanya sampah-sampah plastik kemasan yang mencemari garis pantai sebagai kawasan wisata dan juga wilayah tangkap nelayan.

Sementara itu perwakilan dari BRUIN Muhammad Kholid Basyaiban berkesempatan melakukan kegiatan audit sampah melalui kegiatan sensus sampah plastik di beberapa titik lokasi di Indonesia pada bulan April 2024. 

Kegiatan ini nantinya akan melibatkan 10 komunitas yang tersebar di seluruh Indonesia. “Di Bangka Belitung sendiri kami mengajak KOPASSAS untuk ikut bekerja sama dalam upaya sensus plastik ini.

Harapanya dengan diadakan kegiatan ini bisa menambah wawasan kita bersama bagaimana bahayanya sampah mikro plastik yang ada di pantai bagi manusia. Kami juga mengucapkan Terimaksih atas kesedian waktu kawan-kawan KOPASSAS atas kontribusi pada kegiatan ini”tutupnya

Ketua Umum KOPASSAS Muhammad Husin Arfani menerangkan, kegiatan sensus sampah plastik dimulai pukul 8 pagi hingga sekitar pukul dua siang. Anggota KOPASSAS berkontribusi penuh dalam pelaksanaan kegiatan sensus sampah plastik ini.

“Dimulai tadi jam 8 pagi briefing terkait pelaksanaan kegiatan, dilanjutkan beres-beres hingga pukul dua siang. Dari kegiatan tadi banyak menemukan plastic-plastic saset. Contoh plastic jajanan dan botol-botol minuman dalam kemasan. 

Sampah plastik banyak ditemukan yang berceceran langsung di tepi pantai,padahal pantai tersebut sudah di sediakan Bak sampah. Sampah-sampah itu diduga tidak hanya dari para pengunjung yang lalai menjaga lingkungan, tapi juga dari abrasi yang kemudian mengendap di pasir pantai.” kata Husin.

Husin mengemukakan, kegiatan yang bekerjasama dengan BRUIN ini akan menghasilkan riset dan studi yang bertujuan untuk mendesak tanggung jawab pemerintah dan produsen dalam pentingnya pengelolaan sampah plastik.

Sebenarnya sampah plastik sudah cukup lumrah kita dengar, yang perlu di tingkatkan adalah kesadaran oknum yang tidak bertanggung jawab ini. Kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan produsen yang terkait. Ini perlu kerja sama produsen dengan konsumen juga kebijakan pemerintah”tambah Husin.

Husin menyoroti Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut. Diterbitkannya perpres tersebut seolah menunjukkan komitmen serius pemerintah untuk menangani permasalahan sampah yang terjadi di Indonesia (terkhusus sampah laut). 

harapannya bisa menjadi kesadaran untuk kita baik individu, pemerintahan untuk menjaga Alam agar masih bisa di nikmati oleh generasi masa depan. Tumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Jangan biarkan sampah menimbulkan banyak efek sehingga berdampak merenggut masa depan anak bangsa” Pesan Husin.(*)

Penulis : Ayaknan