IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Dosen dilingkungan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI), Insitut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddiq (SAS), Bangka Belitung (Babel), bersama Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Masyarakat (PKK) melakukan sosialisasi pentingnya public speaking, Jumat (4/10/2024).
Kegiatan yang mengusung tema public speaking dalam membangun personel branding ini dilaksanakan di kantor Desa Belilik, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, ketua TP PKK Kecamatan Namang, Kiki Listari mengatakan, kegiatan ini sangat penting dan bermanfaat. Apalagi untuk ibu-ibu yang sehari-hari beraktivitas diluar rumah ataupun dengan keluarga.
"Ibu-ibu sekarang ini harus pintar dan bisa berbicara, tidak hanya berhadapan dengan forum-forum resmi tapi juga di lingkungan keluarganya. Hal ini sangat penting dan kami sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan seperti ini, bahwa berbicara itu juga perlu belajar," kata Kiki Listari
Diapun berharap TP PKK dilingkungannya mampu menyerap pengetahuan yang disalurkan dan bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dosen FSEI sekaligis pembicara pada kesempatan ini, Yolanda, M.M menjelaskan, secara sederhana public speaking merupakan kemampuan berbicara atau komunikasi di depan khalayak ramai serta menyampaikan pesan yang dapat dimengerti dan dipercaya oleh pendengarnya.
Menurutnya belajar public speaking sangatlah penting dan memiliki beberapa tujuan, yakini menyampaikan informasi, mempengaruhi audien, menyampaikan pendapat, memberi motivasi, dan menghibur masyarakat.
"Salah satu hal penting yang harus kita perhatikan ketika kita berbicara didepan khalayak adalah penguasaan materi. Ketika kita berbicara, pastinya kita mempunyai harapan pendengar dapat menyerap pesan ataupun informasi yang akan kita sampaikan. Oleh karena itu, kita sebagai pembicara harus paham betul materi yang akan kita sampaikan. Jika kita menguasai materi kita juga tidak akan merasa takut dan gugup saat berbicara sehingga pendengar dapat menyerap pesan dengan baik," ungkap Yolanda
Selain itu, public speaking juga memiliki beberapa elemen penting yang harus dipahami. Pertama,verbal atau melibatkan kata-kata, kedua, vokal (suara) dan ketiga, visual (bahasa tubuh).
" Kalau verbal itu kaitannya penguasaan kata-kata, jangan sampai nanti kita bicara orang tidak paham apa yang ingin disampaikan. Nah kalau suara harus jelas, pembicara harus mengetahui kapan harus mengeluarkan nada rendah atau tinggi," sebut Yolanda
"Bahasa tubuh juga penting untuk diperhatikan saat berbicara di depan khalayak, ketika berbicara kita usahakan jangan memperlihatkan bahasa tubuh yang tidak enak dipandang misalnya gerak yang terlalu berlebihan, mengangkat tangan terlalu tinggi dan sebagainya," lanjutnya
Lebih jauh dia menerangkan teknik vokal dalam public speaking ada enam hal utama yang harus diperhatikan, yakni pernapasan, volum suara, intonasi, artikulasi, tempo saat berbicara.
" Kita sebagai orang yang dipercaya untuk menyampaikan informasi atau hal tertentu untuk khalayak harus juga memperhatikan vokal dan bahasa tubuh, misalnya dalam vokal, aturlah volume suara, dibagian mana bisa kita tinggi rendahkan suara kita, penyebutan pesan tersebut juga harus jelas, jangan sampai audiens yang menerimanya salah tafsir," terangnya
"Begitu juga dengan bahasa tubuh, semua harus berperan dalam menyampaikan pesan. Sehingga khalayakpun semangat dan antusias menyimak dan memahami apa yang disampaikan," kata Yolanda.
Sebagai informasi, pada kesempatan ini hadir seluruh TP PKK sekecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Dosen-dosen di lingkungan FSEI yakni, Kiki Listari, M.M, Yolanda, M.M, Agnes Franaiska, M.Par, Diah Novianti, M.E, Muhamad Nurdin, M.S.I dan Rizky, M.Ak. (*)