Tim Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel, Peduli dengan masalah stunting dengan membagikan Sembako kepada masyarakat

avatar Tong Hari
Tong Hari

203 x dilihat
Tim Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel, Peduli dengan masalah stunting dengan membagikan Sembako kepada masyarakat
Tim Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel, Peduli dengan masalah stunting dengan membagikan Sembako kepada masyarakat


IAINSASBABEL.AC.ID BELITUNG. Dalam rangka memberantas Stunting di dalam masyarakat,Tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri(IAIN)Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung melakukan pembagian sembako kepada warga di Desa Cerucuk, Kecamatan Badau Kabupaten Belitung. Jumat, 29/9/2023.

Aksi berbagi makanan bergizi serta memberikan sosialisasi ini didampingi oleh kepala desa Cerucuk serta perangkat-perangkat desa yang juga ikut andil dalam kegiatan ini. Diketahui bahwa di desa Cerucuk sendiri terdapat 12 anak yang merupakan penderita stunting.

Kepala Desa Cerucuk Kusmadi memberikan tanggapan positif kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN ini, beliau berharap kegiatan ini bisa bermanfaat bagi penerima dan dan bisa memperbaiki status gizi bagi anak-anak mereka, sehingga kedepannya jumlah angka stunting di desa ini bisa berkurang.

Ia juga berterima kasih kepada mahasiswa KKN IAIN SAS Babel yang telah membantu warga desa Cerucuk ini dan mendoakan yang terbaik bagi para mahasiswa yang telah terlibat dalam hal ini.

Ia menyambut baik kegiatan ini, mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk mereka yang menerima dan bisa sedikit memperbaiki status gizi bagi anak-anak mereka dan juga bisa mengurangi angka stunting disini.

kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang positif yang dapat membantu memutus rantai Stunting  di dalam masyarakat terkhusus anak anak. Saya juga berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah membantu warga saya, semoga kebaikan yang kalian salurkan mendapatkan balasan dari Allah SWT.” Ujar Kusmadi.

Menurut Abang Dimas Setiawan, yang merupakan ketua kelompok KKN di desa Cerucuk menyatakan bahwa  stunting disini bukanlah karena faktor ekonomi yang lebih dominan, akan tetapi pola asuh orang tua yang banyak menjadi sebab dari kasus stunting ini.

“Stunting di belitung ini bukan hanya karena faktor ekonomi yang lebih dominan, akan tetapi pola asuh orang tua, yang banyak menjadi sebab dari kasus stunting ini.”Imbuhnya

Ia juga berharap Dengan adanya aksi sosial  seperti ini dapat memunculkan dampak yang cukup baik kepada anak-anak yang terkena stunting. Mulai dari membantu ekonomi mereka, mensosialisasikan untuk pola hidup sehat dan bersih hingga ke pengenalan makanan sederhana tapi bergizi serta ia berharap aksi ini dapat dilanjutkan oleh pihak desa atau pemerintah terkait secara rutin guna mengurangi jumlah stunting disini.

“Harapan saya dengan adanya aksi sosial seperti ini dapat memunculkan dampak yang cukup baik terhadap anak-anak yang terkena stunting dan saya juga berharap aksi seperti ini dapat dilanjutkan oleh pihak desa atau pemerintah terkait secara rutin guna mengurangi jumlah stunting disini.”(*)

Penulis : Ayaknan

Editor : Ika Robiantari