Cegah Pernikahan Dini, Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel Gelar Penyuluhan di Desa Tanjung Gunung

avatar Tong Hari
Tong Hari

42 x dilihat
Cegah Pernikahan Dini, Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel Gelar Penyuluhan di Desa Tanjung Gunung
Cegah Pernikahan Dini, Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel Gelar Penyuluhan Pernikahan Dini di Desa Tanjung Gunung

IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA.Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung mengadakan penyuluhan interaktif tentang bahaya pernikahan dini di Masjid Baitul Hasanah Desa Tanjung Gunung. Selasa,12/8/2025.

Acara ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN di desa tersebut, yang mengangkat tema "Pernikahan Bukan Perlombaan, Bijak Menunda, Cerdas Memilih."

Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja dan orang tua akan dampak negatif yang ditimbulkan oleh pernikahan di usia muda.

Ketua Pelaksana kegiatan, Muhammad Junio, pernikahan dini menjadi isu penting yang perlu ditangani bersama. "Melalui tema ini, kami ingin menekankan bahwa menikah itu bukan ajang adu cepat dengan teman, melainkan sebuah keputusan besar yang membutuhkan kesiapan matang dari berbagai aspek," ujarnya.

Kegiatan penyuluhan ini semakin berbobot dengan kehadiran narasumber dari Kantor Urusan Agama (KUA) setempat, Ustadz Sani, M.Pd. Dalam paparannya, ia menjelaskan syarat-syarat pernikahan secara hukum dan agama, serta dampak hukum jika pernikahan dilakukan di bawah umur.

"Pernikahan dini sering kali tidak memenuhi syarat usia yang ditetapkan oleh undang-undang, yaitu 19 tahun untuk perempuan dan laki-laki. Selain berisiko bagi kesehatan dan mental, pernikahan dini juga bisa menimbulkan masalah hukum dan administrasi di kemudian hari," tegasnya.

Ketua Majelis Taklim Desa Tanjung Gunung,  Wajidu juga turut hadir dan memberikan dukungannya. Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN dan berharap penyuluhan ini dapat membuka wawasan para remaja dan orang tua.

"Dalam agama, pernikahan adalah ibadah. Namun, ibadah tersebut harus dilakukan dengan penuh kesiapan, bukan keterpaksaan atau karena tekanan lingkungan. Mari kita bimbing anak-anak kita agar cerdas dalam memilih masa depan, dan bijak dalam menunda pernikahan demi menuntut ilmu," ucapnya.

Penyuluhan ini mendapatkan sambutan positif dari perangkat desa dan masyarakat. Sekretaris Desa Tanjung Gunung,  Oktavia, mengapresiasi kolaborasi antara mahasiswa KKN, KUA, dan Majelis Taklim. Ia berharap, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran kolektif di Desa Tanjung Gunung, sehingga angka pernikahan dini dapat ditekan.(*)