Edukasi Bahaya Pernikahan Dini, Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel di Desa Air Madu Lakukan Penyuluhan Hukum Pernikahan Dini

avatar Tong Hari
Tong Hari

30 x dilihat
Edukasi Bahaya Pernikahan Dini, Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel di Desa Air Madu Lakukan Penyuluhan Hukum Pernikahan Dini
Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel di Desa Air Madu Lakukan Penyuluhan Hukum Pernikahan Dini

IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung di Desa Aik Madu sukses gelar Sosialisasi Penyuluhan hukum pernikahan dini, bertempat di SMP Negeri 1 Simpang Renggiang , Selasa (5/08/2025)lalu.

Sosialisasi Penyuluhan Hukum Dengan tema "Bijak memahami hukum pernikahan dan perceraian di usia dini" oleh Mahasiswa Prodi Hukum Keluarga Islam(HKI) KKN Desa Aik Madu. Kegiatan ini ditujukan untuk siswa - siswi kelas 7 SMP Negeri 1 Simpang Renggiang yang berjumlah kurang lebih 50 peserta.

Kegiatan di pandu oleh Siti Rohanah Dan Muhammad padil, acara berjalan tidak terlalu formal supaya lebih dekat dengan siswa dan siswi. Pematik pertama oleh siti rohanah yaitu waktu kita sebagai remaja adalh waktu untuk belajar, menikmati hidup sesuai dengan umurnya, bukan waktu untuk menikah muda, pikirkanlah terlebih dahulu hal" yang membuat kita semangat untuk mencari pengalaman belajar, hindari  menikah muda karena hal itu sangat beresiko untuk kita" .

Kegiatan di lanjutkan penyampaian materi oleh Anggun Dian Ayu lestari, yang menjelaskan tentang pengertian pernikahan, perceraian, aturan dalam undang-undang, batas usia pernikahan, dan juga dampak dari pernikahan dini.

Sosialisasi ini bertujuan memberikan informasi tentang hukum perkawinan di Indonesia, usia minimum untuk menikah, dan dampak pernikahan dini," ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kesadaran masyarakat untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya pernikahan yang dilakukan di bawah umur sangat di butuhkan,

“Selain itu, diharapkan kesadaran anak usia dini dan masyarakat setempat tentang pentingnya menikah di usia yang matang untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan,” ujarnya.

Setelah penyampaian materi, kami memberikan ice breaking terlebih dahulu, setelah ice breaking kami akan memberikan 6 Kuis tentang materi yang telah di bahas, peserta sangat antusias terhadap kuis yang kami buat. setelah sesi kuis selesai kami memberikan sedikit hadiah untuk para peserta yang berhasil menjawab kuis.

Kegiatan ini di sambut baik oleh Kepala sekolah Ardhitama Halik S. Pd, ia menyebutkan bahwa kegiatan penyuluhan seperti ini sangat bermanfaat untuk siswa-siswi agar mereka mengetahui tentang dampak dari pernikahan dini.(*)