Gelar FGD, IAIN SAS Babel Hadirkan Ponpes, Kepala Madrasah Aliyah, Peluang dan Tantangan Pondok Pesantren di Era Perubahan dan Industri Digital

avatar Tong Hari
Tong Hari

80 x dilihat
Gelar FGD, IAIN SAS Babel Hadirkan Ponpes, Kepala Madrasah Aliyah, Peluang dan Tantangan Pondok Pesantren di Era Perubahan dan Industri Digital
Gelar FGD, IAIN SAS Babel Hadirkan Ponpes, Kepala Madrasah Aliyah, Peluang dan Tantangan Pondok Pesantren di Era Perubahan dan Industri Digital

IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik(SAS) Bangka Belitung menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD)di sampaikan pada kegiatan Sedulang International Festival (Selfa) dalam Rangka Milad IAIN SAS Babel ke 21 Tahun 2025, di Ruang Rapat Terpadu Lantai II.Senin,27/10/2025. 

Focus Group Discussion dengan Tema: “Peluang dan Tantangan Pondok Pesantren di Era Perubahan dan Industri Digital” .

Prof. Dr.KH.Hatamar Rasyid, M.Ag membuka dengan pernyataan bahwa Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran penting dalam pembentukan karakter bangsa. Di era perubahan global dan revolusi industri 4.0, pesantren dihadapkan pada tantangan dan peluang besar untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.

Ia juga menyampaikan bahwa terdapat Peluang Pesantren di Era Digital diantaranya yaitu Penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran (e-learning), Dakwah digital melalui media sosial dan platform online, Pengembangan ekonomi pesantren berbasis digital, Kolaborasi dengan lembaga teknologi, Literasi digital bagi santri dan ustadz, Ujarnya

Selain peluang terdapat juga tantangan yang dihadapi pesantren yaitu Keterbatasan akses dan infrastruktur teknologi, Rendahnya literasi digital, Dampak negatif teknologi terhadap moralitas, Kebutuhan integrasi nilai Islam dalam kurikulum digital, Manajemen perubahan yang masih tradisional.

Terdapat Strategi Adaptasi dan Inovasi Manajemen Pesantren di Era Digital yaitu Peningkatan kapasitas digital guru dan santri, Pengembangan kurikulum integratif agama dan teknologi, Kemitraan dengan dunia industri dan pemerintah, Pembuatan platform dakwah digital, Pembentukan unit bisnis pesantren berbasis teknologi.

Dalam penutupnya beliau menyampaikan bahwa Era digital membawa peluang besar sekaligus tantangan serius bagi pesantren. Kunci keberhasilan pesantren di masa depan terletak pada kemampuan adaptasi, inovasi, dan keteguhan dalam mempertahankan nilai-nilai Islam.(*)