Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel Adakan Nonton Refleksi Film Laskar Pelangi

avatar Tong Hari
Tong Hari

21 x dilihat
Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel Adakan Nonton Refleksi Film Laskar Pelangi
Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel Adakan Nonton Refleksi Film Laskar Pelangi

IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Untuk menambah kegiatan positif anak-anak Desa Aik Madu, Kecamatan Simpang Renggiang, Kabupaten Belitung Timur, Mahasiswa Kelompok 2 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung berinisiatif membuat kegiatan refleksi Nonton film Laskar Pelangi di Aula Gedung Serba Guna Jum'at, 1 Agustus 2025 lalu.

Film yang diangkat dari novel berjudul sama dan ditulis oleh Andrea Hirata ini mengisahkan tentang perjuangan 10 anak muda yang bersemangat mencari ilmu meski terbatas pada biaya maupun sarana pendukung pendidikan itu sendiri.

Koordinator KKN Desa Aik Madu, Abdul Rahman mengungkapkan, refleksi film yang dilaksanakan pada pukul 19.30 WIB hingga selesai,ini mendapat respon positif dari anak-anak yang hadir. Bahkan ada beberapa orang tua yang turut mendampingi anaknya.

Kegiatan dimulai dari games seru, selanjutnya pemutaran film dan diakhiri dengan kuis seputar film tersebut. Kuis tersebut berguna untuk mengasah pemahaman anak terhadap pesan dan benang merah yang mereka dapat dari penanyangan film laskar pelangi.

Abdul Rahman, mahasiswa KKN yang menjadi pemantik film Ini menegaskan kepada para anak yang hadir bahwa mereka harus memiliki semangat berjuang yang luar biasa dalam menuntut ilmu. “Apalagi di Desa Aik Madu saat ini telah mudah mendapat akses pendidikan,” ujarnya.

Usai film ditayangkan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang dipandu oleh Radja, salah satu anggota KKN dari Program Studi Pariwisata Syariah. Dalam sesi ini, para peserta, terutama anak-anak, diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesan, pesan, dan pelajaran yang mereka dapat dari film tersebut.

Beberapa anak mengaku terinspirasi oleh sosok Lintang, anak jenius dari keluarga sederhana yang tetap semangat bersekolah meski harus menempuh perjalanan jauh setiap hari. Ada juga yang merasa tersentuh dengan perjuangan para guru dalam film, yang tetap mengajar dengan sepenuh hati meski tanpa fasilitas yang memadai.(*)