Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel Ajarkan Keterampilan Anak- Anak di Desa Tuik

avatar Tong Hari
Tong Hari

346 x dilihat
Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel Ajarkan Keterampilan Anak- Anak di Desa Tuik
Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel Ajarkan Keterampilan Anak- Anak di Desa Tuik


IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Mahasiswa KKN IAIN SAS 2024 lakukan kegiatan edukasi terkait keterampilan hidup anak-anak Desa Tuik pada Rabu, 26 juni 2024. Kegiatan ini dilakukan dan diikuti dengan antusias oleh 10 anak yang senang dengan program inovatif dari mahasiswa KKN IAIN SAS Babel .

Kegiatan ini merupakan pertemuan pertama dari program kelas keterampilan hidup yang direncanakan 2 kali selama 40 hari kegiatan kuliah kerja nyata. Proyek ini bertujuan untuk mengajarkan anak-anak desa tuik cara menanam dan merawat kecambah dengan cara yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kelas keterampilan hidup (life skills) merupakan kegiatan yang digagas untuk memberikan kemampuan agar anak-anak dapat menunjukkan perilaku positif sehingga melatihnya dalam menghadapi tuntutan kehidupan. Pada kegiatan life skill kali ini anak-anak diajak dalam praktik menanam kecambah dari biji kacang hijau. 

Kegiatan ini dimulai dengan pembagian kelompok, dan setiap anak mendapatkan tugas untuk merawat kecambah dari biji yang telah disediakan. Mereka belajar langkah demi langkah, mulai dari mempersiapkan pot, menyiapkan tanah, menanam biji, dan memberi air dengan benar.

Tiap langkah dilakukan dengan penuh semangat dan keceriaan, dibantu oleh kakak-kakak dan orang tua yang turut serta dalam program ini. Setiap anak memperoleh tanggung jawab untuk mengamati pertumbuhan kecambah setiap hari, memastikan mereka mendapatkan sinar matahari yang cukup dan air yang tepat.

Adapun Rani menyatakan bahwa anak-anak terlihat antusias pada kegiatan ini karena hal ini juga menjadi pengalaman baru bagi mereka. Selain itu, kecambah yang akan tumbuh dengan baik akan diberikan hadiah (doorprize) diakhir pertemuannya.

Selain pelajaran praktis, program ini juga memberikan pengetahuan tentang pentingnya tanaman bagi lingkungan dan bagaimana kegiatan ini dapat membantu menjaga kelestarian alam. Anak-anak belajar bersama-sama tentang siklus hidup tanaman dan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati di sekitar mereka.

Program berlangsung selama beberapa minggu, dan pada akhirnya, anak-anak di Desa Tuik tidak hanya memiliki kecambah yang telah tumbuh dengan baik, tetapi juga pengalaman berharga dalam merawat tanaman dan kepedulian terhadap lingkungan mereka. Mereka merayakan keberhasilan mereka dengan menyusun acara pameran kecil, di mana mereka menunjukkan hasil karya mereka kepada seluruh desa dengan bangga.

Proyek pendidikan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan praktis anak-anak tentang pertanian kecil, tetapi juga memupuk nilai-nilai kolaborasi, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Ini adalah langkah kecil tetapi berarti menuju masyarakat yang lebih sadar akan pentingnya menjaga alam demi masa depan yang lebih baik.(*)