Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel di Desa Tuik Olah Sampah Palstik Menjadi Ecobrik

avatar Tong Hari
Tong Hari

281 x dilihat
Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel di Desa Tuik Olah Sampah Palstik Menjadi Ecobrik
Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel di Desa Tuik Olah Sampah Palstik Menjadi Ecobrik


IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (IAIN SAS Babel)  menjadi program utama bagi divisi sosial kemasyarakatan dalam mengolah sampah menjadi Ecobrik di Desa Tuik, Minggu 21 Juli 2024 lalu

Kegiatan ini didukung penuh oleh Kepala desa dan masyarakat desa tuik dalam mengolah sampah di desa Ecobrick adalah bata yang ramah yang lingkungan. Ecobrick  menjadi solusi pengelolaan limbah padat tanpa biaya dan dapat dimanfaatkan setiap individu, rumah tangga, sekolah, maupun masyarakat secara umum.

Tujuan pembuatan ecobrick yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai upaya dalam mengeolah sampah plastik yang ada di desa tuik menjadi barang yang berguna, lalu mengajarkan anak-anak untuk mampu mengelolah sampah plastik serta menanamkan nilai-nilai kepada anak-anak untuk menjaga lingkungan tetap bersih.

Selain dari tujuan diatas, Adapun manfaat dari pembuatan ecobrick yakni sebagai sarana pengelolaan limbah plastik yang efisien dan dapat dilakukan oleh semua orang karena prosesnya mudah, Melindungi alam dengan mengurangi jumlah sampah plastik, Ecobrick dapat digunakan  sebagai bahan bangunan ataupun furniture dengan biaya yang lebih terjangkau dan sebagai inovasi baru, ecobrick menjadi peluang dalam memperluas lapangan pekerjaan.

Kepala Desa Tuik Sudrajat Pembuatan Ecobrik dari sampah oleh mahasiswa KKN IAIN SAS Bangka Belitung 2024 merupakan yang pertama kali dilakukan di Desa Tuik.

"Ini merupakan inovasi yang sangat bagus sebagai upaya serta cara dalam pengelolaan sampah di desa tuik ." Ucap Sudrajat

Ketua Kelompok Hana Ecobrik ini dilakukan beberapa hari dari mulai proses pengumpulan sampah, pembersihan sampah, pemilahan botol, pengisian sampah ke dalam botol, pembuatan kerangka dan pemasangan botol pada kerangka ecobrik.

Melalui program kerja tersebut, Hana berharap seluruh peserta sadar akan pentingnya pengelolaan sampah plastik dan mampu meningkatkan kreativitas melalui limbah sampah. Dengan demikian, permasalahan terkait sampah.

Tidak hanya mengurangi jumlah sampah, kegiatan ini juga memiliki nilai komersiil karena bisa mendatangkan keuntungan jika kita mampu mengolah ecobrick menjadi bentuk-bentuk yang menarik. Oleh karena itu, ayo lebih peduli lagi terhadap lingkungan di sekitar kita!

Adapun dari botol yang telah diisikan oleh sampah plastik dijadikan tulisan desa tuik dan dijadikan sebagai pertanda awal masuk desa serta diletakkan dihalaman salah satu masyarakat desa tuik.(*)