Mahasiswa Prodi Psikologi Islam lakukan Perkuliahan Outdoor.

avatar Tong Hari
Tong Hari

266 x dilihat
Mahasiswa Prodi  Psikologi Islam lakukan Perkuliahan Outdoor.
Mahasiswa Prodi Psikologi Islam lakukan Perkuliahan Outdoor.


IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Mahasiswa Prodi Psikologi Islam (PI) Angkatan 2021 (6C) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) Institur Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (IAIN SAS Babel) melaksanakan kunjungan ke kawasan wisata buatan Taman Alam Pemancingan, Air Mesu, Bangka tengah, Rabu, 5/6/2024.

Sebanyak 25 mahasiswa Psikologi Islam terlihat sangat senang dan antusias dengan kegiatan kunjungan wisata tersebut. Pebri yanasari, M.A selaku dosen mata kuliah Pengembangan Masyarakat Islam di IAIN SAS Babel mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan Menganalisis model pengembangan masyarakat berbasis kearifan lokal, sehingga mahasiswa mampu membedakan dengan model pengembangan masyarakat yang lainnya. 

Tujuan dilakukannya kunjungan ini adalah untuk menelusuri sambil belajar mengenai pemberdayaan sumber daya alam (SDA) yang ada di pulau Bangka. 

Tari selaku pengelola Pemancingan Alam Air Mesu tersebut mengatakan bahwasannya Taman Pemancingan Alam (TAMPI) ini sudah dibuka sejak tahun 2012 namun memang belum dibuka untuk umum dan hanya dikunjungi oleh masyarakat sekitar Air Mesu saja. Pada tahun 2014, TAMPI ini resmi dibuka untuk umum.

Ia juga mengatakan TAMPI ini dulunya adalah kebun sahang dan karet, yang kemudian pemiliknya yang bernama Haji Arja berinisiatif untuk menjadikannya tempat wisata karna banyaknya permintaan dari masyarakat sekitar dan kebetulan pemiliknya juga menyukai tanaman. Di TAMPI juga terdapat BTP (Bangka Tropical Plant) yaitu kumpulan tanaman khas bangka yang berasal dari berbagai daerah di Bangka Belitung.

Kemudian ia menambahkan pula bahwa ketika akhir pekan banyak pengunjung yang berdatangan, baik itu dari masyarakat sekitar, masyarakat luar daerah dan bahkan pernah ada Turist dari Arab dan Turki yang datang untuk menikmati indahnya TAMPI.

”Dulu sempat mengajukan proposal permohonan bantuan dana untuk memperbaiki jalan kepada pemerintah setempat, namun sampai saat ini belum ada hasil apapun. kami berharap bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah sekitar untuk bisa memperbaiki jalan agar wisatawan lebih nyaman dalam perjalanan masuk ke tempat ini”, ujar Tari. 

Selama sesi sharing diskusi, tari juga menceritakan tentang pengalamannya selama menjadi pengelola Pemancingan Air Mesu. 

“banyak sekali suka duka yang saya rasakan selama 7 tahun bekerja disini, mungkin untuk dukanya itu masih ada wisatawan yang mengungkit perihal harga tiket masuk seharga 10.000. sedangkan suka nya sangat banyak yang saya rasakan, dimulai dari pemilik tempat ini yang baik, wisatawan yang ramah, dan lain hal sebagainya.”(*)

Penulis : Pebri yanasari dan Ayaknan