IAINSASBABEL.AC.ID - BANGKA SELATAN. Mahasiswa KKN Moderasi Beragama IAIN Syaikh Abdurrahman Sididk Bangka Belitung melakukan aksi bersih-bersih Dusun 1 Tanjung Sangkar lakukan aksi bersih-bersih area selokan dan dermaga. Aksi menjaga lingkungan tersebut dalam rangka memperingati World Clean Up Day (WCD) 2022, Sabtu 24/9/2022.
Aksi bersih-bersih ini dilakukan diseluruh wilayah kabupaten Bangka Selatan secara serentak sesuai arahan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan yaitu aksi bersih-bersih terbesar di dunia dengan mengusung tema "Pilah Sampah Dari Rumah Pilah Sampah Dari Sumbernya".
mahasiswa KKN-MB Desa Tanjung Sangkar Dusun 1 bersama warga mengindahkan arahan tersebut. Bertepatan dengan program kerja dari mahasiswa KKN yaitu kasih (Cinta Alam Sayang Laut) dari divisi pemberdayaan yang mengatasnamakan Laut (Lindungi Alam Untuk Tumbuh) melakukan aksi bersih-bersih di selokan rumah warga sampai dermaga. Kegiatan tersebut berfokus diselokan yang tersumbat oleh tanah dan sampah dirumah warga yang mengalir langsung ke laut.
Wahyudin Ketua divisi Pemberdayaan mengatakan "Kondisi selokan yang tersumbat tanah dan sampah membuat air naik bahkan ada yang masuk ke dalam rumah warga, jadi kami inisiatif untuk membersihkannya sampai dermaga" Imbuhnya.
Salah satu warga bernama Fajar, mengapresiasi kegiatan ini "Misal nggak ada yang memulai membersihkan, warga tidak akan ikut membersihkan.Beliau juga mengatakan harapan kehadiran mahasiswa IAIN SAS Babel yang KKN di Desa Tanjung Sangkar memberikan perubahan "Alhamdulillah, adanya bersih-bersih ini air yang buntu dapat mengalir dengan lancar, hadirnya mahasiswa KKN di sini harapannya dapat melakukan perubahan" Imbuhnya.
Muda Afreiyanto Ketua kelompok 37 mengatakan kegiatan ini merupakan langkah awal dari program kerja divisi pemberdayaan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan sekitar "ini merupakan langkah awal, kami akan melakukan program ini secara bertahap. Nanti kami akan melakukan sosialisasi pentingnya menjaga lingkungan". Imbuhnya.
Penulis: Muda Afreiyanto dan Hilamsyah