Pusat Studi Gender dan Anak IAIN SAS Babel Go To School : Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual di lingkungan Sekolah

avatar Tong Hari
Tong Hari

50 x dilihat
Pusat Studi Gender dan Anak IAIN SAS Babel Go To School : Upaya Pencegahan  Kekerasan Seksual di lingkungan Sekolah
Pusat Studi Gender dan Anak IAIN SAS Babel Go To School : Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual di lingkungan Sekolah



IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Sosialisasi sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual yang diinisiasi oleh LP2M IAIN SAS Bangka Belitung dan langsung dikoordinator oleh Kepala Pusat Studi Gender dan Anak, Pebri Yanasari, M.A sukses dilaksanakan melalui road show di tiga sekolah yang berbeda yaitu dimulai dari tanggal 28 hingga 30 Juli 2025.

Sekolah yang menjadi lokasi sosialisasi ini adalah SMP N 9 Pangkalpinang, SMP Plus Al Karomah Kimak, dan SMA Muhammadiyah Pangkalpinang.

Kegiatan Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Go to School ini sangat penting dilaksanakan karena disamping sosialisasi, juga dilakukan diskusi dengan para siswa yang menjadi sasaran. Diskusi berisikan tentang keluhan, sharing pengalaman tentang kekerasan seksual yang pernah mereka lihat dan bahkan alami di lingkungan sekolah.

Sehingga dengan adanya kegiatan ini diharapkan para siswa tidak lagi untuk malu dan takut melaporkan jika mengalami kekerasan seksual.

Materi PSGA go to School diisi oleh Nurviyanti Cholid, S. Sos.I, M.Pd.I salah satu dosen Bimbingan Konseling Islam di lingkungan kampus IAIN SAS Bangka Belitung sekaligus Satuan Petugas PPKS.  

Selain itu materi diisi oleh Pebri Yanasari, M.A yang merupakan Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN SAS Babel. Nurviyanti Cholid menyampaikan materi tentang Pentingnya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan sekolah.

Sedangkan Pebri Yanasari menyampaikan materi tentang Kekerasan Berbasis Gender Online atau yang disingkat menjadi KBGO

Ia menambahkan Kegiatan ini mendapatkan respon yang positif dari para kepala sekolah dan peserta, selama kegiatan berlangsung peserta menunjukkan antusiasme cukup tinggi melalui diskusi interaksif dan pertanyaan yang mendalam antara perserta dengan tim yang menyampaikan materi.

Harapannya melalui PSGA Go to School ini dapat menjadi wadah warga sekolah untuk mencegah terjadinya pencegahan kekerasan seksual melalui bertukar pikiran, lapor jika terjadi kekerasan, hingga penanganan yang tepat bagi korban terdampak Tutup Pebri.(*)