Dosen Prodi Tadris Bahasa Inggris Raih Penulis Terbaik III di Publikasi Buku Antologi Cerpen

avatar Tong Hari
Tong Hari
Dosen Prodi Tadris Bahasa Inggris Raih Penulis Terbaik III di Publikasi Buku Antologi Cerpen


IAINSASBABEL.AC.ID - BANGKA. Dosen Prodi Tadris Bahasa Inggris(TBI) Fakultas Tarbiyah, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Dody Sugiarto, M.Pd. mengirimkan naskah cerpen dan dinyatakan lolos seleksi untuk dipublikasikan sekaligus dinobatkan sebagai penulis terbaik ketiga di edisi penulisan buku antologi cerpen “Surat Terakhir”. Dody Sugiarto menulis naskah cerita berjudul Keberadaan yang Samar. “Semoga cerita yang akan saya publikasikan ini bermanfaat untuk banyak orang karena pesan yang saya sampaikan sangatlah mendalam. Semua orang pasti pernah mengalami apa yang dialami oleh tokoh utama dalam naskah cerita saya ini” jelasnya.

Dody Sugiarto yang juga alumni S2 Universitas Sriwijaya mengatakan bahwa dirinya tidak menyangka berhasil meraih predikat penulis terbaik ke-III. “Awalnya, saya tidak terlalu berharap karena ini adalah pengalaman saya pertama kali menulis cerpen. Bagi saya, menulis adalah salah satu cara untuk bertegur sapa dengan para pembaca. Harus ada nilai moral yang kita sampaikan ke publik agar tulisan kita memberikan kebermanfaatan. Pengalaman saya menuntut ilmu di Amerika menjadi inspirasi utama dalam penulisan naskah cerita perdana saya ini.” Ujar Dody.

Dia mengaku suka menulis cerita dan juga merasa bersyukur sekali dengan prestasi ini. Dia persembahkan prestasti ini untuk membahagiakan keluarga, Prodi TBI dan orang-orang di sekitar. Sekalian sampaikan bahwa niatan aku untuk menulis buku non fiksi karena aku kepengen memberikan warisan nilai kepada para pembaca terutama para generasi muda di Indonesia dan semoga menjadi ladang amal jariyah untuk semuanya. Melalui raihan prestasi ini, ia berharap semoga mampu memberikan motivasi serta semangat kepada Dosen IAIN SAS Babel untuk terus berkarya meskipun dalam situasi pandemi.

Sementara itu, Dekan Fakultas Tarbiyah Dr. Hadarah, M.Ag. menyatakan sebuah prestasi yang baik dan dipertahankan, ini juga menjadi motivasi buat kawan Dosen dan mahasiswa. Prestasi ini luar biasa bagi saya oleh karena menulis bukan hal yang mudah dan sederhana sebab harus melalui latihan dan pembiaasaan.Jika Anda ingin diketahui dan dikenang dunia maka jadilah penulis,"ujar Hadarah. 

Namun mustahil terjadi jika tidak memiliki budaya literasi, jadi awal menjadi penulis harus terbiasa menjadi pembaca. Hadarah sangat mendukung partisipasi dosen tentang kepenulisan ilmiah maupun non ilmiah. Menurutnya, partisipasi Dosen untuk berkarya baik di bidang karya tulisan buku merupakan bentuk upaya mengembangkan budaya literasi bagi masyarakat. “Kita sangat mendukung partisipasi Dosen tentang kepenulisan ilmiah maupun non ilmiah. Partisipasi Dosen dalam berkarya menghasilkan buku merupakan bentuk upaya mengembangkan budaya literasi bagi masyarakat,” tutup Hadarah.

 

(Penulis: Tong Hari/Ayaknan | Editor: Turmuzi)