IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Tim Layanan Psikologi Psychosophia Prodi Psikologi Islam (PI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN SAS Bangka Belitung melakukan asesmen pendidikan inklusi kepada beberapa siswa di SMPN 1 Kelapa Bangka Barat, Selasa 28 Mei 2024.
Perhatian pihak sekolah tentang layanan pendidikan inklusi kini semakin hari mulai mendapat tempat. Hal ini telah dibuktikan di beberapa Kabupaten di provinsi Bangka Belitung yang mulai aktif mengadakan pelatihan pendidikan inklusi, termasuk pelaksanaan asesmen peserta didik inklusi. SMP Negeri 1 Kepala merupakan salah satu sekolah di Bangka Barat yang memiliki program Sekolah Inklusi.
Kepala Layanan Psikologi Psychsophia, Primalita Putri Distina M.Psi., Psikolog mengatur, mengarahkan bertangung jawab penuh tentang layanan ini. Dia juga berharap dengan adanya layanan ini masyarakat mulai tahu kebermanfaatan keilmuan psikologi dan dapat membantu masyarakat lebih luas. Layanan psikologi ini juga melibatkan mahasiswa sebagai salah satu fasilitas belajar langsung/ praktikum dan juga alumni untuk menambah kompetensi keahliannya agar kelak bisa lebih mahir di lapangan dan dunia kerja
Tim yang diketuai oleh Wahyu Kurniawan, M. Psi beserta mahasiswa dan alumni melakukan asesmen kepada siswa yang mengalami hambatan atau kesulitan belajar. Program asesmen ini mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah dan orangtua untuk mengetahui masalah belajar yang dialami siswa dan cara menanganinya.
Wahyu menambahkan, saat ini Prodi Psikologi Islam telah memiliki Layanan Psikologi Psychosophia di bawah prodi Psikologi Islam di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam. Keberadaan layanan psikologi ini menjadi salah satu bentuk layanan yang diharapkan dapat memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat luas di Babel.
Ia mengatakan ada beberapa bentuk layanan yang akan di lakukan antara lain asesmen peserta didik berkebutuhan khusus, kesiapan masuk sekolah, tes minat bakat, layanan konsultasi organisasi, pelatihan, outbond, asesmen kenaikan jabatan, asesmen promosi jabatan, rekrutmen karyawan baru, layanan konseling, riset psikologi dan lainnya.
Menurut Wahyu, sebelum dilakukan asesmen, umumnya pihak sekolah akan memberi gambaran mengenai masalah belajar siswa, baik dari aspek kognitif, emosi, perilakunya. Selanjutnya, setelah asesmen akan diberikan laporan hasil yang berisi paparan kemampuan anak dan rekomendasi pendampingan, serta cara pendidikan anak yang tepat apabila anak tersebut didiagnosa mengarah pada anak yang memerlukan pendampingan khusus.(*)
Penulis : Ayaknan