Mahasiswa KKN Nusantara Moderasi Beragama Kelompok 5 Menelusuri Sejarah dan Keindahan Gua Maria Fatimah Sawer Rahmat

avatar Tong Hari
Tong Hari

213 x dilihat
Mahasiswa KKN Nusantara Moderasi Beragama Kelompok 5 Menelusuri Sejarah dan Keindahan Gua Maria Fatimah Sawer Rahmat
Mahasiswa KKN Nusantara Moderasi Beragama Kelompok 5 Menelusuri Sejarah dan Keindahan Gua Maria Fatimah Sawer Rahmat


IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Dalam rangka mengenal kearifan lokal terkhusus wisata religi, mahasiswa KKN Nusantara Moderasi Beragama Kelompok 5 mengunjungi tempat wisata religi umat Katolik bernama Gua Maria Fatimah Sawer Rahmat pada hari Selasa (23/07/2024).

Gua Maria Fatimah Sawer Rahmat sebuah tempat ibadah Katolik yang terletak di hutan kaki Gunung Ciremai  menawarkan potret harmoni dalam keberagaman agama di Indonesia. Dengan dikelilingi oleh hutan alami, Gua Maria inj berada sekitar 8 kilometer dari Kota Kuningan, tepatnya di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Tempat suci umat Katolik ini memberikan kesejukan dan ketenangan bagi setiap pengunjungnya.

Pastor Adreas Dedy dari Gereja Maria Murni Putri Sejati di Cisantana  sebagai tokoh agama Katolik (25/07/2024) mengungkapkan bahwa rencana pembangunan Gua Maria dimulai pada tahun 1980-an, namun perizinan memakan waktu sehingga pembangunan baru dimulai pada tahun 1989. Setelah satu tahun pembangunan, Gua Maria diresmikan pada tahun 1990 oleh Vatikan Kardinal Tomko Roman, Italia. Peresmian ini disertai dengan prosesi arak-arakan dalam rangka memperingati 25 tahun kehadiran gereja Katolik di Kuningan. Pendirian Gua Maria ini diprakarsai oleh pimpinan gereja Katolik setempat yang ingin menyediakan tempat ketenangan dan spiritualitas bagi umat. Nama Gua Maria diambil dari Bunda Maria yang dalam keyakinan Katolik dianggap sebagai ibu dari Yesus dan sosok istimewa. Nama "Fatimah" mengacu pada sebuah desa ada gadis bernama Fatimah anak pengembala melihat penampakan Maria. Nama ini dipilih untuk menggambarkan hubungan spiritual umat Katolik dengan Bunda Maria sebagai perantara rahmat ilahi. Sementara itu, kata "Sawer" berasal dari Curug Sawer, sebuah air terjun yang tidak jauh dari gua ini dan menjadi sumber air yang mengalir di sekitarnya. Adapun nama ujung "Rahmat" menggambarkan harapan akan turunnya berkah dan rahmat Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria".

Gua ini juga dilengkapi dengan Jalan Salib yang menggambarkan peristiwa-peristiwa perjalanan kehidupan Yesus mulai dari doa di Taman Getsemani hingga Yesus dimakamkan. Jalan Salib ini mengajak pengunjung untuk menelusuri perjalanan kehidupan Yesus melalui  tugu I sampai tugu XIV yang dibangun di sepanjang jalur yang naik dan turun melalui hutan. Rute Jalan Salib memakan waktu sekitar 45 hingga 50 menit untuk dilalui, dengan petunjuk jalan paving block yang sudah disediakan untuk mencegah pengunjung tersesat.

Di kawasan Gua Maria ini juga terdapat patung Yesus, patung Maria, Getsemani, rumah kapel perutusan, dan gazebo peristirahatan bagi pengunjung. Kombinasi keindahan alam dan nilai spiritual membuat Gua Maria Fatimah Sawer Rahmat menjadi destinasi religi yang layak dikunjungi bagi siapa saja.

Mahasiswa KKN Nusantara Moderasi Beragama angkatan ke- IV kali ini ditugaskan untuk menjalankan salah satu Tridharma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat, kali ini kelompok 5 terdiri dari 5 orang mahasiswa dengan latar belakang kampus yang berbeda-beda, IAIN SAS Babel (Cica Nirmala), UIN Imam Bonjol Padang (Budiman Dasrizal), UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten (Endang Darmawan), UIN Alauddin Makassar (A. Tenri Wulang), UIN Sunan Ampel Surabaya (Hanifah Nur Fadhilah).(*)